Rubrik Power of Mind Radar Bali : God Complex, Sifat Berlebihan Mencintai Diri Sendiri
Edisi Minggu, 25 Januari 2026
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
GOD complex adalah kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kepercayaan diri berlebihan, merasa superior, mahatahu, dan tidak pernah salah, seolah-olah memiliki kekuatan layaknya Tuhan. Mereka cenderung arogan, kurang empati, sulit menerima kritik, dan selalu ingin mengontrol orang lain.
God complex adalah fenomena psikologis yang mengacu pada perilaku yang didasari pada kepercayaan diri yang sangat berlebihan. Kondisi ini disebut juga god syndrome atau sindrom merasa paling benar seperti Tuhan.
God complex adalah kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kepercayaan diri berlebihan, merasa superior, dan tidak pernah salah, sering kali bertindak seolah-olah memiliki kekuatan seperti Tuhan. Ini ditandai dengan arogansi ekstrem, kurang empati, dan hak istimewa, serta sering dikaitkan dengan narsistik. Kondisi ini bukan diagnosis klinis resmi, melainkan label perilaku.
Penyebab lainnya adalah self-esteem atau kepercayaan diri individu tersebut yang rendah. Jadi, untuk dapat menutupinya, ia menunjukkan perilaku seperti memiliki kekuatan dan meyakini bahwa ia bisa mengatur segalanya.
Orang-orang dengan sifat seperti Tuhan ini menganggap diri mereka istimewa. Oleh sebab itu, mereka selalu berharap menerima perlakuan yang lebih baik daripada orang-orang lain di sekitar mereka.
Orang dengan sifat ini juga memiliki kepercayaan bahwa mereka harus selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Juga, berharap orang lain dapat terus menuruti keinginan dan tuntutan mereka.
Jika ada yang tidak setuju atau tidak menyanggupi permintaan mereka, akan dianggap sebagai penentang.
Orang-orang dengan sifat ini mereka kurang memiliki empati dan tidak dapat menempatkan diri pada posisi orang lain. Oleh karena itu, tidak heran mereka juga memiliki tingkat arogansi yang tinggi.
Orang dengan sifat ini hanya selalu ingin orang lain melayaninya dengan baik. Tidak peduli bagaimana perilaku mereka pada orang-orang di sekitarnya.
Tak jarang orang dengan sifat God complex selalu bersikap paling benar atau paling pintar di antara orang lain. Hal ini yang membuat mereka berpikir bahwa tidak ada orang yang berani menentangnya. Berpikir semua orang tidak sepadan dengannya.
Ketika bertemu dengan orang-orang yang tampaknya memiliki kelebihan, mereka cenderung merasa terancam. Saat merasa terancam, orang-orang ini bisa melakukan penghinaan, intimidasi, atau bahkan menggunakan ancaman.
Intimidasi, ancaman, dan meremehkan orang lain dilakukan untuk menutupi rasa kurang percaya diri mereka. Juga, untuk menghidupkan pemikiran mereka bahwa hanya mereka orang yang pantas dipuja-puja.
Untuk membuat mereka merasa seperti dewa atau Tuhan, individu-individu ini membutuhkan pujian untuk menaikkan ego mereka.
Orang dengan sifat Tuhan ini akan mencoba untuk berteman dengan orang-orang yang terus-menerus memuji dan mengagumi mereka.Namun, jika pada suatu saat nanti orang-orang yang terus memujinya pergi atau tidak lagi mendukungnya, ia akan menganggap mereka sebagai pengkhianat. Tidak segan pula untuk mengambil tindakan yang dapat mencelakakan orang tersebut.

