Memaknai Hari Kartini tidak selalu harus melalui seremoni formal atau perayaan yang meriah. Tahun ini, Ikatan Notaris Indonesia Kota Denpasar memilih menghadirkan suasana yang lebih hangat dan reflektif melalui sebuah sesi bincang santai yang sarat makna. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus penguatan nilai bagi para perempuan yang hadir.
Pada tanggal 22 April 2026, acara tersebut menghadirkan Ibu Santy Sastra sebagai narasumber utama. Mengangkat tema “Wanita yang Mandiri & Berintegritas Tanpa Meninggalkan Kodrat”, sesi ini menjadi wadah diskusi yang relevan dengan realitas kehidupan perempuan masa kini yang dihadapkan pada berbagai peran sekaligus.
Suasana acara terasa begitu kompak dan berkesan dengan seluruh peserta, termasuk Santy Sastra, mengenakan busana berwarna hitam. Warna ini seolah melambangkan kekuatan, ketegasan, sekaligus keanggunan yang menjadi cerminan karakter perempuan yang mandiri dan berintegritas.
Dalam pemaparannya, Santy Sastra mengajak para peserta untuk melihat kembali makna menjadi seorang wanita secara utuh. Ia menekankan bahwa kekuatan seorang wanita tidak hanya diukur dari ketangguhan dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai, kelembutan, serta integritas dalam setiap langkah kehidupan.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa menjadi wanita hebat bukanlah tentang memilih satu peran dan meninggalkan yang lain. Sebaliknya, wanita memiliki kemampuan luar biasa untuk menjalani berbagai peran secara bersamaan, selama dijalani dengan kesadaran, keseimbangan, dan makna yang mendalam.
Sesi bincang santai ini juga dipenuhi dengan interaksi yang hangat antara narasumber dan peserta. Banyak peserta yang turut berbagi pengalaman, tantangan, serta refleksi pribadi, sehingga suasana diskusi terasa hidup dan penuh kedekatan emosional.
Dalam kesempatan tersebut, Santy Sastra juga memperkenalkan buku terbarunya yang berjudul “The Power of Mind: Inspirasi Tanpa Batas.” Buku ini menjadi salah satu wujud kontribusinya dalam menyebarkan semangat pengembangan diri, khususnya dalam membangun pola pikir yang positif dan penuh potensi.
Kehadiran buku tersebut semakin melengkapi sesi yang tidak hanya memberikan inspirasi secara lisan, tetapi juga menawarkan bekal berkelanjutan bagi para peserta untuk terus bertumbuh setelah acara berakhir. Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka terhadap pesan-pesan yang disampaikan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir lebih banyak wanita yang mampu bertumbuh dengan indah—menjadi diri sendiri dengan penuh percaya diri, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kehidupan yang bermakna. Sebuah refleksi sederhana di Hari Kartini, namun membawa dampak yang mendalam bagi setiap hati yang hadir.




