Rubrik Power of Mind Radar Bali : Waspada, Emosi Bisa Nular
Edisi Minggu, 5 Juli 2026
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
Pernah masuk rumah lagi bad mood, tiba-tiba satu keluarga jadi diem semua? Atau lihat tetangga ketawa lepas, kita ikut senyum tanpa sebab? Itu bukan kebetulan. Namanya penularan emosi. Emosi itu benar-benar bisa menular, seperti flu.
Otak kita punya radar halus. Kita tanpa sadar meniru ekspresi wajah, nada suara, sampai cara duduk orang lain. Kalau teman kita cemberut, wajah kita ikut cemberut. Kalau teman ketawa, kita ikut ketawa. Ilmuwan menyebutnya "neuron cermin". Fungsinya biar kita bisa saling paham. Efek sampingnya: emosi ikut kebawa.
Emosi negatif paling cepat nular. Satu orang marah di meja makan, suasananya langsung tegang. Satu orang panik di grup WA, satu grup ikut khawatir. Satu orang ngeluh terus di kantor, teman sekantor ikut capek. Karena emosi negatif bikin waspada, otak kita paling cepat menangkapnya.
Tapi kabar baiknya: emosi positif juga nular. Senyum tulus, kata terima kasih, atau cerita lucu kecil bisa bikin satu ruangan jadi lebih ringan. Orang yang habis jalan pagi akan lebih sabar. Ibu yang habis ngobrol santai dengan teman akan lebih ceria di rumah. Energi baik itu menular juga.
Sadar dulu. Tanya ke diri sendiri: "Emosi apa yang lagi aku bawa sekarang?" Kalau lagi kesel, jangan langsung buka pintu rumah. Diam sebentar di teras, tarik napas. Jangan bawa "virus marah" masuk.
Jadi penyaring, bukan penyebar. Nggak semua cerita buruk harus diteruskan. Kalau dengar gosip bikin panas, cukup dengar. Nggak usah ikut menyebar. Sengaja tebar emosi baik juga penting. Mulai dari hal kecil: sapa tukang sayur, puji masakan pasangan, atau kirim stiker lucu ke grup keluarga.
Pilih lingkungan juga berpengaruh. Kita itu rata-rata dari orang-orang terdekat. Kalau sering kumpul dengan orang ngeluh, kita ikut ngeluh. Kalau kumpul dengan orang bersyukur, kita ikut tenang. Di usia matang ini waktunya jaga energi baik.
Emosi itu menular lewat wajah, suara, dan sikap. Emosi negatif paling cepat nular, jadi harus dijaga. Emosi positif juga nular, dan itu bisa kita latih. Mulai dari diri sendiri: bawa tenang ke rumah, bukan drama. Kita berkuasa atas "virus" apa yang kita sebar hari ini.
Ingat ya: rumah kita bukan tempat pembuangan emosi. Rumah itu tempat mengisi ulang. Jadi sebelum masuk, cek dulu. Bawa senyum, bawa tenang, bawa cerita baik. Karena yang kita bawa, itu juga yang akan kembali ke kita.
.png)
