Dalam dunia perpustakaan modern yang terus mengalami perubahan, tuntutan terhadap inovasi dan peningkatan kualitas layanan menjadi semakin penting. Menjawab tantangan tersebut, Perpustakaan Bank Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Forum Komunikasi dan Pengembangan Pustakawan BI (FKPPBI), melibatkan seluruh pengelola Perpustakaan Kantor Perwakilan BI dari berbagai daerah. Pada tahun 2025, salah satu kegiatan utama adalah workshop bertema “Pustakawan Interpersonal dan Digital: Mendorong Layanan Perpustakaan yang Responsif dan Humanis”.
Workshop ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pustakawan untuk memperkuat kompetensi interpersonal sekaligus menyeimbangkannya dengan kemampuan digital, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku pengguna serta perkembangan teknologi informasi. Dalam kesempatan penuh inspirasi ini, hadir Santy Sastra (Putu Suprapti Santy Sastra, SH, CHt., CI), seorang mindset motivator dan trainer yang juga merupakan pendiri sekaligus pemilik Santy Sastra Public Speaking.
Santy Sastra dikenal luas sebagai sosok yang mampu menggabungkan pendekatan mindset, komunikasi efektif, serta nilai humanis dalam setiap materinya. Kehadirannya pada workshop ini memberikan warna baru bagi para peserta yang sehari-hari bergelut dalam dunia pelayanan perpustakaan, khususnya di tengah perkembangan layanan digital yang terus berkembang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025 di Padma Resort Legian, Plumeria Ballroom, ini dirancang untuk mencapai tiga tujuan utama: meningkatkan kemampuan pustakawan dalam berkomunikasi secara efektif dan empatik, memperkuat soft skill interpersonal sebagai penopang layanan berbasis teknologi, serta mendorong nilai-nilai humanis dalam layanan agar pengalaman pengguna tetap nyaman dan memuaskan.
Dalam sesi pemaparan, Santy Sastra mengangkat poin penting mengenai peran soft skill sebagai penyeimbang kemampuan teknis. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai karakter pemustaka, sekaligus memahami bahwa layanan humanis tidak hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan kenyamanan emosional bagi pengguna.
Santy Sastra juga mengulas teknik komunikasi efektif—mulai dari empati, mendengarkan aktif, hingga cara menyampaikan pesan dengan ramah dan profesional. Para pustakawan diajak mengikuti simulasi interaktif untuk menghadapi berbagai tipe pemustaka, melatih respon verbal maupun nonverbal, serta membangun koneksi positif pada setiap interaksi.
Dalam pembahasan mengenai layanan digital, Santy Sastra menekankan pentingnya menjaga sentuhan manusia di tengah sistem yang semakin otomatis. Ia memberikan berbagai contoh praktik terbaik dalam menciptakan layanan publik modern yang tetap hangat, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna — sebuah keseimbangan yang penting di era Digital Library.
Sesi workshop berlangsung seru dan menyenangkan. Santy Sastra membawakan ice breaking yang membuat peserta semakin antusias dan aktif terlibat dalam setiap kegiatan. Ia juga memberikan hadiah kepada peserta yang beruntung dan paling aktif berpartisipasi. Tidak hanya itu, Santy Sastra turut memperkenalkan karya terbarunya, sebuah buku inspiratif berjudul “The Power of Mind: Inspirasi Tanpa Batas” yang disambut antusias oleh peserta.
Sebelum acara ditutup, panitia memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Santy Sastra atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan kompetensi pustakawan Bank Indonesia. Suasana hangat menandai akhir kegiatan saat seluruh peserta dan narasumber melakukan sesi foto bersama sebagai penutup yang penuh kebersamaan. Workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat layanan perpustakaan yang responsif, humanis, dan selaras dengan perkembangan digital.





