Rubrik Power of Mind Radar Bali : Usia Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Santy Sastra, Rubrik Power of Mind Radar Bali : Usia Bukan Alasan Berhenti Bergerak


Rubrik Power of Mind Radar Bali : Usia Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Edisi Minggu, 14 Juni 2026


Ditulis Oleh :

Santy Sastra (@santysastra)

Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI

Indonesia's Mindset Motivator


Banyak orang berhenti aktif setelah memasuki usia lanjut. Alasannya sederhana: merasa tua, lelah, dan khawatir jatuh sakit. Padahal bergerak justru kunci agar tubuh tetap sehat.

Usia memang membuat otot dan tulang perlahan melemah. Tapi proses itu bisa diperlambat jika tubuh tetap diberi rangsangan lewat gerakan rutin.

Bergerak tidak harus berarti olahraga berat. Jalan kaki 20 menit, berkebun, atau senam ringan sudah cukup menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan. Ini penting untuk mencegah jatuh, yang menjadi salah satu penyebab cedera serius pada lansia.

Selain fisik, bergerak juga menjaga kesehatan otak. Penelitian menunjukkan orang yang aktif memiliki risiko demensia lebih rendah dibanding yang pasif.

Gerakan sederhana seperti meregangkan badan di pagi hari memberi sinyal pada tubuh bahwa hari sudah dimulai. Energi pun ikut terbangkitkan.

Banyak lansia yang justru menemukan kebahagiaan baru lewat aktivitas fisik. Senam bersama komunitas, yoga kursi, atau bersepeda santai menjadi ajang sosial yang menyenangkan.

Bergerak bersama teman membuat semangat lebih terjaga. Obrolan ringan saat berjalan membuat waktu terasa cepat berlalu tanpa terasa lelah.

Usia boleh bertambah, tapi semangat hidup tidak harus ikut menua. Tubuh yang terus digerakkan akan lebih lentur, kuat, dan tahan terhadap penyakit.

Rasa takut terjatuh atau kelelahan memang wajar. Karena itu, pilih gerakan yang sesuai kemampuan dan lakukan perlahan tanpa memaksakan diri.

Konsultasi ke dokter atau fisioterapis bisa membantu menentukan jenis aktivitas yang aman. Yang penting adalah konsistensi, bukan intensitas.

Berhenti bergerak membuat otot makin kaku dan sendi mudah sakit. Sebaliknya, tubuh yang terus dipakai akan lebih adaptif terhadap perubahan usia.

Di banyak negara, lansia aktif justru menjadi inspirasi. Mereka mengikuti maraton, menari, bahkan mendaki gunung di usia 70 tahun ke atas.

Usia hanyalah angka. Yang menentukan kualitas hidup adalah seberapa mau kita memberi ruang pada tubuh untuk tetap bergerak.

Jadi, jangan tunggu tubuh melemah untuk mulai bergerak. Mulailah dari hal kecil hari ini. Karena bergerak adalah cara paling sederhana untuk tetap muda dalam rasa dan semangat.