Rubrik Power of Mind Radar Bali : Gaslighting

Santy Sastra, Rubrik Power of Mind Radar Bali : Gaslighting


Rubrik Power of Mind Radar Bali : Gaslighting

Edisi Minggu, 16 Agustus 2026 


Ditulis Oleh :

Santy Sastra (@santysastra)

Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI

Indonesia's Mindset Motivator


Gaslighting adalah cara seseorang memanipulasi orang lain agar meragukan pikiran dan perasaannya sendiri. Kata ini sekarang sering kita dengar, tapi tidak semua orang paham artinya.

Pelaku gaslighting membuat korban merasa gila, padahal yang salah bukan korban. Tujuannya agar korban kehilangan kepercayaan diri dan lebih mudah dikendalikan.

Contohnya sederhana. Anda jelas melihat sesuatu terjadi. Tapi pelaku bilang, "Itu tidak pernah terjadi. Kamu mengada-ada." Diulang terus sampai Anda mulai ragu.

Ciri lain gaslighting adalah memutarbalikkan fakta. Saat ditanya, pelaku justru menyalahkan balik. "Kamu terlalu sensitif. Kamu yang berlebihan."

Pelaku juga suka meremehkan perasaan. Saat Anda sedih, dijawab "lebay". Saat marah, dijawab "berarti kamu tidak waras". Lama-lama Anda berhenti bicara.

Tanda Anda mengalami gaslighting adalah sering minta maaf padahal tidak salah. Sering bingung dengan ingatan sendiri. Dan merasa capek secara mental setelah bicara dengan orang itu.

Gaslighting bisa terjadi di rumah, di kantor, di pertemanan, bahkan di hubungan pacar. Siapa saja bisa jadi pelaku maupun korban.

Dampaknya besar. Korban jadi tidak percaya pada diri sendiri. Mudah cemas. Sulit mengambil keputusan. Karena semua keputusan selalu disalahkan.

Gaslighting membuat kita terisolasi. Pelaku sering bilang, "Tidak ada yang percaya kamu selain saya." Tujuannya agar korban tidak punya tempat bersandar.

Lawan gaslighting dimulai dengan percaya pada bukti. Catat kejadian. Simpan chat. Tulis di jurnal. Itu membantu menguatkan ingatan kita.

Bicaralah pada orang yang dipercaya. Ceritakan apa yang terjadi. Orang luar biasanya bisa melihat lebih jernih karena tidak ada di dalam situasi itu.

Tetapkan batasan. Anda berhak bilang, "Saya tidak nyaman dengan cara bicara ini." Tidak perlu berdebat panjang untuk membuktikan kebenaran.

Ingat, perasaan Anda valid. Marah, sedih, kecewa itu nyata. Jangan biarkan orang lain bilang perasaan Anda salah.

Menyembuhkan diri butuh waktu. Kembalikan kepercayaan pada diri pelan-pelan. Minta bantuan profesional jika perlu. Anda tidak sendirian.

Gaslighting memang menyakitkan. Tapi saat kita sadar polanya, kita bisa keluar. Karena satu hal pasti, kenyataan tidak akan berubah hanya karena ada yang menyangkalnya.

Terbaru