Rubrik Power of Mind Radar Bali : Kembangkan Sosial Emosional Sejak Dini
Edisi Minggu, 30 November 2025
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
SOSIAL emosional adalah kemampuan individu untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri, berinteraksi secara positif dengan orang lain, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab. Aspek ini mencakup kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Kecerdasan sosial emosional adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengelola emosi diri sendiri dan orang lain, serta membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Ini mencakup keterampilan seperti kesadaran diri, pengendalian diri, empati, keterampilan sosial, dan motivasi diri. Kemampuan ini penting untuk menjalani kehidupan sosial, membuat keputusan yang bijak, dan menghadapi situasi sulit dengan baik.
Keterampilan sosial emosional meliputi Kompetensi pembelajaran sosial dan emosional orang dewasa dan siswa meliputi kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
Beberapa strategi utama untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional mencakup: Mengembangkan kesadaran diri dan kemampuan mengelola emosi. Melatih empati dan komunikasi efektif. Membangun kepekaan terhadap dinamika sosial.
Upaya pengembangan keterampilan sosial emosional dapat dilakukan melalui kesadaran diri dan pengelolaan emosi, pengembangan empati dan komunikasi yang baik, serta keterampilan memecahkan masalah. Kegiatan seperti mendongeng, bermain peran, dan pembelajaran kolaboratif dapat menjadi sarana praktis untuk melatihnya. Selain itu, menjadi contoh yang baik dan mencari mentor juga sangat penting.
Kegiatan untuk melatih sosial emosional anak usia dini meliputi bermain peran untuk latihan percakapan dan penyelesaian masalah, bermain bersama teman sebaya seperti main bola atau masak-masakan untuk melatih kerja sama, serta berbicara dan membacakan cerita untuk membantu anak mengenali dan memahami emosi.
Kegiatan bermain peran dengan mengajak anak bermain peran untuk berlatih menghadapi situasi sosial, seperti menanggapi teman yang mendorong atau berbagi mainan. Ini bisa dilakukan dengan boneka atau secara langsung.
Permainan kolaboratif seperti masak-masakan, bermain bola, atau membangun balok bersama melatih kerja sama dan menunggu giliran.
Menyanyikan lagu dan membaca cerita, kegiatan ini membantu anak belajar mengenali emosi melalui karakter dalam cerita atau lirik lagu. Membacakan buku cerita juga bisa jadi cara mengenalkan konsep empati.
Permainan eksplorasi, mengajak anak bermain di luar rumah atau ke tempat baru dapat memberinya pengalaman baru dan kesempatan untuk berinteraksi sosial.
Dan untuk kegiatan sehari-hari jadilah orang tua sebagai contoh yang baik, anak akan mencontoh perilaku orang tua. Tunjukkan empati, cara mengelola emosi, dan sopan santun dalam keseharian.
.png)
